Varises, Kenali Gejala dan Penanganannya

Keponih.com – Penyakit Varises merupakan salah satu pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang umumnya terjadi pada bagian kaki akibat penumpukan darah. Bagi sebagian orang yang mengidap varises, pembuluh vena akan terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua.

Bahkan, bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin. Varises bisa saja terjadi pada semua pembuluh vena pada tubuh. Namun, keadaan ini sering terjadi di kaki (terutama betis) karena tekanan yang besar saat kita berdiri atau berjalan.

Gejala Penyakit Varises

gejala penyakit varises yang biasanya terjadi di area kaki

Penyakit Varises masih tergolong ringan, pengidapnya tidak akan merasakan gejala yang apapun. Gejala varises akan semakin terasa apabila pengidapnya berdiri terlalu lama atau tinggal di daerah dengan cuaca hangat.

Namun untuk meredakannya, Anda bisa mencoba untuk berjalan kaki santai sejenak atau beristirahat sambil duduk atau berbaring dengan meletakkan kaki di atas bantalan sebagai penyangga agar posisi kaki terangkat.

Penanganan dari Varises

Keadaan Penyakit Varises yang masih tergolong ringan dapat ditangani sendiri di rumah. Pengobatan ini bisa dilakukan untuk meredakan gejala, mencegah varises bertambah parah, dan menghindari terjadinya komplikasi berupa luka majin pendarahan.

Salah satu contoh dari penanganan yang dapat dilakukan adalah menggunakan stoking anti varises atau dikenal bebat kompresi. Hindarilah berdiri terlalu lama dan luangkan waktu untuk mengistirahatkan kaki dalam posisi tubuh direbahkan dengan diberi penyangga.

Tidak lupa untuk selalu menjaga berat badan ideal atau rutin berolahraga. Apabila ada rasa tidak nyaman atau nyeri akibat varises meski sudah melakukan penanganan di rumah, maka sebaiknya segera jumpai dokter.

Metode pengobatan yang akan disarankan oleh dokter, yaitu operasi pengangkatan pembuluh vena yang mengalami varises dan operasi penutupan pembuluh vena dengan menggunakan bahan khusus yang berbentuk busa.

Baca juga : Senior Living di RSU Bhakti Husada 

Diagnosis dari Varises

varises tak hanya menyoal penampilan tapi juga kondisi pembuluh darah yang tak sehat

Terdapat dua jenis pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan dokter dalam mendiagnosis Penyakit Varises, yaitu pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Pemeriksaan fisik harus dilakukan pada area tubuh yang sakit, bengkak, atau luka.

Dokter juga dapat meminta pasien menggerakkan kaki ke dalam beberapa posisi berbeda untuk mengamati aliran darah. Pemeriksaan penunjang lainnya ini dapat dilakukan jika diagnosis berdasarkan tampilan pembuluh vena kurang akurat atau dicurigai adanya komplikasi yang terjadi.

Pemeriksaan lanjutan yang akan disarankan dokter yakni USG Duplex Doppler, menggunakan metode pemindaian untuk melihat aliran darah di dalam pembuluh vena. Bahkan, Anda juga bisa melakukan tes angiogram, yaitu metode pemeriksaan dengan menyuntikkan zat khusus ke dalam pembuluh vena agar bisa ikut mengalir bersama darah.

Selanjutnya, dokter juga harus bisa memperhatikan tingkat kelancaran aliran zat tersebut. Apabila tidak lancar, maka hal ini dapat menjadi pertanda bahwa ada penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.

Pencegahan dari Varises

Pencegahan untuk Penyakit Varises bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Melakukan olahraga secara teratur agar bisa meningkatkan kekuatan otot kaki dan melancarkan peredaran darah.
  • Mengusahakan untuk selalu menghindari penggunaan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, serta kaki.
  • Mengurangi konsumsi garam agar dapat menghindari pembengkakan.
  • Mengurangi makanan pedas yang dapat merangsang pelebaran pembuluh darah.
  • Harus bisa berhenti merokok karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Anda harus segera hubungi dokter jika terjadi gejala-gejala yang sudah dipaparkan di atas. Bahkan, bila perlu buatlah jadwal kunjungan ke dokter di rumah sakit terdekat atau bisa melalui aplikasi online untuk pemeriksaan langsung. Penanganan yang tepat dan cepat. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca Juga : Melakukan medical check up, penting ga sih? 

Sebenarnya kaki memang harus diluruskan atau diselonjorkan pasca olahraga, hal ini karena dapat menyebabkan varises. Saran atau posisi ini termasuk fase pendinginan agar nyeri atau kram setelah berolahraga tidak terjadi.

Jadi singkatnya, meluruskan kaki setelah berolahraga tidak berhubungan secara langsung dengan timbulnya varises kaki. Walaupun begitu, hubungan antara varises dan olahraga sebaiknya tidak harus diabaikan.

Umumnya, olahraga yang terlalu berat dan berlebihan dapat menyebabkan Penyakit Varises, termasuk varises kaki. Jika terjadi hal ini Anda bisa langsung kunjungi dokter di RSU Bhakti Husada yang merupakan unit usaha dari PT Rolas Medika untuk melakukan konsultasi dan penanganan lebih lanjut terkait varises yang Anda alami.

Corp Communication
PT Rolas Nusantara Medika 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.