Macam-macam domain dan pengertiannya

Untuk membuat website yang dapat diakses dari seluruh penjuru dunia, dibutuhkan beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Paling sederhana terdapat 3 komponen yang berperan, yaitu Hosting, Domain dan CMS. Hosting bisa dibilang merupakan lokasi penyimpanan file-file dan database yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu website, bisa berupa Hosting ataupun VPS Server. Lalu ada Domain, yang nanti akan kita pelajari lebih lanjut pada artikel ini, dan terakhir CMS yang merupakan singkatan dari “Content Management System”, yang bertugas melakukan pemrosesan dan menampilkan konten yang dihadirkan oleh suatu website. Pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang Domain. Tenang saja, pembahasan Hosting dan CMS nanti akan kita bahas pada artikel mendatang.

Apakah domain itu?

Secara sederhana, domain bisa dianggap seperti buku alamat. Mungkin sebagian besar dari pengguna internet pernah mendengar istilah “IP Address / Alamat IP” atau “Internet Protocol Address”. Ya, IP Address merupakan alamat unik yang mengidentifikasikan suatu perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan, baik itu skala lokal (LAN) ataupun dalam skala global melalui Internet. IP Address ini yang akan kita bahas adalah IP Address V4 yang sampai saat ini paling banyak digunakan, memiliki banyak aturan, dan secara umum memiliki format x.x.x.x dimana setiap x merupakan angka dari 0 hingga 256. Sebagai contoh, 185.237.144.42 merupakan IP Public Keponih.com. Akan tetapi, sama seperti alamat rumah yang tentu akan sangat merepotkan dan memusingkan jika menggunakan format angka, dibuatlah domain name untuk menyederhanakan dan memudahkan pengguna dalam mengakses suatu website. Jadi, alih-alih mengetikkan alamat IP, kita cukup mengetikkan nama domain pada browser untuk mengakses website yang ingin kita tuju.

Jenis-Jenis Domain

Seperti alamat, nama domain juga beragam jenis dan tingkatannya.  Secara mudah kita dapat mengklasifikasikan nama-nama domain tadi sebagai berikut:

1. Domain gTLD

Sederhananya, gTLD merupakan domain-domain yang umum digunakan. gTLD ini memiliki kepanjangan Generic Top-Level Domains. Domain gTLD ini adalah termasuk yang paling banyak digunakan di Internet, beberapa diantaranya adalah .com, .net dan .org yang pasti semua orang yang pernah mengakses internet pernah mengetikkan salah satu dari ketiga gTLD tadi.

2. Domain sTLD

Domain sTLD bisa dibilang hampir mirip dengan gTLD, tetapi sTLD yang memiliki kepanjangan Sponsored Top-Level Domains memiliki syarat-syarat khusus dalam penggunaannya, sehingga membatasi individu atau organisasi yang dapat menggunakan domain berakhiran sTLD ini. Biasanya organisasi khusus yang banyak menggunakan domain sTLD ini seperti misalnya .edu yang sering digunakan institusi pendidikan, atau .travel yang banyak digunakan oleh penyedia jasa agen perjalanan dan wisata.

3. Domain ccTLD

ccTLD memiliki kepanjangan Country Code TLD, dan seperti namanya, domain ccTLD ini menunjukkan domain untuk website-website yang berada di suatu negara tertentu. ccTLD terdiri ada 2 huruf yang merupakan representasi dari nama suatu negara, seperti domain .id untuk Indonesia, atau .uk yang menunjukkan domain tersebut berasal dari Inggris.

Domain ccTLD ini bisa digunakan oleh individu ataupun organisasi dengan syarat penggunaan dan kepemilikannya diatur oleh masing-masing negara tersebut, akan tetapi kini sudah banyak negara yang membebaskan pengguna untuk menggunakan ccTLD negaranya walaupun individu atau organisasi tersebut tidak berasal dari negara itu.

4. Domain ccSLD

Nah, agak berbeda dengan ccTLD yang terdiri dari 2 huruf dan merupakan domain tingkat pertama, domain ccSLD merupakan domain tingkat kedua dan memiliki lebih banyak variasi. ccSLD memiliki kepanjangan Country Code Second Level Domain, artinya domain ini merupakan prefiks atau tambahan yang diletakkan sebelum ccTLD.

Di Indonesia sendiri, banyak domain ccSLD yang pastinya kita sudah kenal, seperti .sch.id yang menunjukkan domain tersebut adalah situs untuk sekolah, lalu .co.id yang menunjukkan penggunaan oleh suatu perusahaan, .ac.id yang biasa digunakan oleh para perguruan tinggi dan masih banyak contoh lainnya.

Penggunaan domain ccSLD ini, khususnya untuk domain-domain berakhiran .id diatur dan diregulasi secara khusus sehingga untuk mendapatkan dan menggunakannya dibutuhkan verifikasi dokumen-dokumen yang relevan dengan domain ccSLD yang akan digunakan, sehingga tidak sembarangan orang bisa menggunakan domain ccSLD.

Nah, sebenarnya disamping 4 domain yang sering digunakan tersebut di atas, masih ada beberapa kategori domain-domain lain seperti ngTLD, geoTLD, brandTLD, dll. tetapi, karena penggunaannya relatif jauh lebih sedikit dibandingkan ke-empat domain name di atas, jadi malah menarik untuk kita bisa temukan sendiri nama domain tersebut.

Tips memilih nama domain

Setelah kita memahami kategori dari nama domain, saatnya kita menentukan nama domain yang akan digunakan. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan, yaitu:

  • Hindari penggunaan nama domain terlalu panjang. Misal: ayamgorengenaklezatdannikmat.com, walaupun terdengar menarik, tapi kan nulisnya susah, apalagi kalo mau diakses pake hp
  • hindari penggunaan angka dan tanda hubung
  • usahakan namanya mudah diucapkan, dan mudah diingat
  • kadang semakin sederhana semakin baik ya
  • dan terakhir, pilihlan TLD yang sesuai dengan websitenya. Bisa gunakan .com, atau mau lebih keren gunakan .id atau ccSLDnya.

Bonus, tips memilih hosting

Nah setelah menentukan domain sebagai “Alamat” website, tentu kita juga harus menentukan hosting sebagai “Rumah” website tersebut. Selalu gunakan hosting terbaik dan tercepat, karena percuma kita bikin website bagus banget tapi kalo loadingnya lama, aksesnya susah bahkan sering down.

Buat kamu yang lagi baca tulisan ini.. pasti ngerasa kan kalo loading website keponih.com cepet? Ya, karena kami menggunakan Hosting dari Niagahoster yang emang bagus banget. Jadi buat temen-temen yang punya blog atau website, dan lemot sampe susah di akses, mungkin bisa coba pake hosting atau vps dari Niagahoster

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.