Mengganti Hard Disk (HDD) dengan SSD untuk performa yang jauh lebih cepat, Laptop jadul ngebut kembali!

Mau laptop cepet? cari yang pake SSD donk!

Mungkin itu adalah kalimat yang sering terdengar disaat kekesalan melanda saat laptop atau komputer yang kita gunakan lemot dan loading melulu. Tapi sebenarnya apa sih pengaruhnya menggunakan SSD dibandingkan HDD? serta bagaimana cara melakukan upgrade terhadap komputer atau laptop yang kita miliki untuk dapat menggunakan teknologi solid state ini?

Oke, untuk cara kerja SSD sebenarnya sudah pernah dibahas sebelumnuya, bisa dilihat pada artikel dibawah

Mengenal SSD, Pengganti Hard Disk nan Ngebut ( + Penjelasan singkat cara kerja HDD)

Upgrade HDD ke SSD

Nah lantas untuk merasakan kehebatan SSD ini, tentu kita tidak perlu lantas membeli komputer atau laptop baru yang sudah terpasang SSD di dalamnya. Bahkan, sebenarnya kehadiran SSD ini akan lebih terasa pada komputer-komputer lama yang tadinya menggunakan HDD yang lantas di upgrade menjadi SSD. Tapi sebelum membeli SSD, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

1. Konektor

hard drive, hdd, disk

HDD SATA 2,5″ yang biasa digunakan di Laptop – Photo by blickpixel on Pixabay

Terdapat 5 jenis SSD yang umum ada di pasaran dengan perbedaan utama terletak pada konektornya. Ini merupakan langkah awal dan terpenting dalam pemilihan SSD karena tidak semua motherboard/komputer menyediakan konektor yang sesuai. Ke-lima jenis konektor ini adalah:

A. SATA

SATA merupakan singkatan dari Serial-ATA merupakan konektor yang paling banyak digunakan untuk menghubungkan perangkat penyimpanan data internal di laptop ataupun komputer masa ini. Konektor SATA di komputer biasanya menggunakan kabel gepeng berwarna merah, hitam atau kuning. Keunggulan dari konektor SATA ini adalah ketersediaannya pada perangkat komputer dan laptop karena hard-disk dan drive optik (DVD Reader / writer) juga menggunakan konektor SATA ini.

Gambar konektor SATA

Konektor SATA saat ini telah sampai pada revisi 3 yang dikenal dengan istilah SATA 6Gb/s yang mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal hingga 600MB/s, dan tetap kompatibel dengan revisi sebelumnya yang lebih lambat jika perangkat atau controller yang dihubungkan belum mengimplementasi SATA III ini.

SSD yang menggunakan konektor SATA biasanya berukuran 2,5″. sama persis baik bentuk dan ukurannya dengan HDD 2,5″ yang biasa digunakan pada perangkat laptop, sehingga sangat cocok untuk langsung mengganti hdd laptop menjadi SSD. Selain itu, media penyimpanan SSD yang menggunakan konektor SATA ini harganya lebih murah jika dibandingkan dengan SSD yang menggunakan konektor lain, sehingga dapat menjadi pilihan tepat untuk mengupgrade baik komputer ataupun laptop.

Jika disimpulkan, media penyimpanan SSD berbasis SATA ini memiliki keunggulan harga yang lebih ekonomis dibandingkan SSD dengan konektor lain, serta memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan Hard Disk, akan tetapi jika dibandingkan dengan SSD berbasis NVMe

B. mSATA

Konektor mSATA (kiri) jika dibandingkan dengan konektor M.2 (kanan)

mSATA merupakan konektor SATA berukuran kecil yang terpasang pada motherboard yang biasa digunakan untuk perangkat yang memiliki keterbatasan ukuran. konektor mSATA ini bekerja dengan protokol dan spesifikasi yang sama dengan SATA biasa, tetapi memungkinkan menggunakan SSD yang berukuran kecil untuk dapat dipasang langsung pada motherboard. Walaupun masih ada beberapa perangkat yang menggunakan mSATA, konektor ini sudah banyak ditinggalkan dan digantikan dengan konektor M.2

 

C. M.2 SATA

M.2 merupakan standar konektor yang semakin populer dan banyak digunakan, akan tetapi kita harus berhati-hati karena terdapat 2 jenis konektor M.2 yang memiliki perbedaan yang sangat jauh.

M.2 SATA lebih merupakan standarisasi dan pengembangan dari konektor mSATA dimana M.2 masih menggunakan protokol dan implementasi SATA III (6GB/s) yang mampu melakukan transfer data dengan kecepatan hingga 600MB/s. M.2 SATA ini memiliki performa yang sama dengan mSATA dan SSD SATA biasa, tetapi memiliki keunggulan lebih hemat dibandingkan M.2 NVMe sehingga seringkali dapat ditemui pada perangkat laptop & tablet low-mid end yang membutuhkan form factor kecil dan performa yang cukup baik.

D. M.2 NVMe

M.2 NVMe selain sebagai perangkat penyimpanan berbasis SSD kelas konsumen yang termahal, juga memiliki performa tertinggi jika dibandingkan dengan SSD yang menggunakan protokol SATA. M.2 NVME (NVM Express) terhubung langsung dengan jalur PCI Express pada motherboard sehingga memiliki keunggulan transfer data dan kemampuan paralel data yang jauh lebih cepat dibandingkan protokol SATA. Jika diatas disebutkan kemampuan transfer data protokol SATA hingga 600MB/s, melalui protokol NVMe ini bisa didapat kecepatan transfer data hingga 3,5GB/s! Selain itu, kemampuan paralelisme (melakukan akses banyak potongan data dalam satu waktu bersamaan) yang dihadirkan NVMe sangat membantu untuk pemrosesan data dalam jumlah besar dan mengefisiensikan multitasking. Jika komputer atau laptop yang digunakan memiliki port M.2 NVMe, ini merupakan pilihan terbaik dalam mengejar performa tertinggi

E. SAS SSD

Jika berbicara mengenai SAS (Serial Attached SCSI), kita sudah keluar dari jalur perangkat konsumen dan memasuki wilayah enterprise dan data-center karena perangkat yang mendukung SAS ini sangat jarang dijumpai di desktop-desktop level konsumen umum, bahkan sejauh saya tau, tidak ada laptop yang mendukung perangkat SAS ini. Media penyimpanan SAS biasa di gunakan di server, khususnya Rackmount server dan desktop server yang biasa dijumpai di data center.

Server di data center biasa menggunakan gabungan SAS dan SATA sesuai kebutuhan.

Pemilihan SSD SAS ini walaupun harganya mahal, tetapi memiliki tingkat reabilitas yang sangat tinggi, serta kompatibel dengan konektor SAS yang sudah ada di server dan NAS yang biasa digunakan di data center.

 

2. Instalasi

Untuk pemasangan SSD ini sebenarnya sangat mudah, tergantung dari jenis dan ketersediaan konektor yang digunakan. SATA SSD misalnya, dapat langsung menggantikan HDD SATA yang digunakan karena memiliki ukuran dan bentuk yang sama, walaupun beratnya jauh lebih ringan. Untuk M.2 SATA atau M.2 NVMe, kedua jenis konektor ini dapat dengan mudah dijumpai pada komputer dan laptop mulai dari beberapa tahun ke belakang, tetapi jika komputer yang digunakan tidak memiliki port M.2, sudah banyak tersedia PCIe Card dan enclosure yang menghadirkan konektor M.2 sehingga komputer lama yang belum support tetap dapat menggunakan media penyimpanan ini.

 

3. Caddy

Nah, jika memiliki laptop yang masih menyediakan optical drive (Biasanya DVD Writer) yang dari pengalaman sudah semakin jarang digunakan, bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk memasang HDD / SSD kedua pada laptop. Untuk melakukan itu dibutuhkan yang namanya caddy yang bisa dibeli di berbagai toko online dengan harga yang sangat terjangkau. Proses pemasangannya pun sangat mudah seperti bisa dilihat di video di bawah

 

Kesimpulan

Demikian artikel kali ini yang bertujuan untuk dapat meningkatkan performa suatu komputer atau laptop dengan melakukan penggantian HDD menjadi SSD. Semoga bermanfaat dan silahkan jika ada pertanyaan tinggalkan di kolom komentar di bawah.

Tinggalkan Balasan