Berbagai cara menggunakan flash external tidak dipasang ke kamera

Siapa yang tidak mengenal Flash dalam fotografi? Itu loh, sesuatu yang biasanya mengeluarkan cahaya kilat sangat terang ketika kita mengambil foto.. Konon katanya, kalo difoto ga pake flash ga lengkap karena “Ga kerasa”, hahaha…

Tapi taukah teman-teman, kalo ternyata selain flash yang digunakan di kamera (Menyatu dengan kameranya), dan flash yang diletakkan di atas kamera, ternyata flash juga bisa digunakan tidak menempel dengan kameranya. Penggunaan kamera tidak menempel di kamera (yang secara teknis disebut off-shoe), populer dengan sebutan Strobis!

Fakta singkat: Bahkan ada beberapa jenis kamera professional yang tidak memiliki flash internal, seperti Canon seri 5D, canon seri 1D, Nikon D3, Nikon D4S daan masih banyak lagi, yang ternyata kebanyakan kamera DSLR tanpa flash ini adalah kamera bersensor FullFrame alias FX dengan segmen kelas professional

576px-Canon_EOS_5D-576x480

Untuk menyalakan flash ini tidak terhubung langsung dengan kameranya, kita bisa menggunakan berbagai cara, diantaranya melalui gelombang radio, cahaya dan manual.

Pada dasarnya, dibutuhkan satu set alat yang terdiri dari pengirim sinyal / transmitter dan penerima sinyal / reciever. Sisi transmitter sebagai pengirim sinyal berada di kamera, sedangkan reciever yang berfungsi mengaktifkan flash berada di sisi flash.

Untuk mempermudah, mari kita bagi sistem ini menjadi 2.

1. Dumb Trigger

Wireless_Flash_Trigger_PT-04_NE_Fullset_(2)

Seperti namanya, trigger ini disebut trigger tidak pintar karena trigger ini hanya mengirimkan informasi On off tanpa dapat mengirimkan informasi tambahan lain seperti setting kekuatan flash, channel, kompensasi. Trigger ini menggunakan jalur komunikasi 1 arah, dimana transmitter akan mengirimkan kode yang akan diterima oleh reciever, tapi tidak sebaliknya. Setting kekuatan flash diatur secara individu di setiap flash, dan tidak bisa dilakukan pengelompokan flash.

Dumb trigger ini ada yang menggunakan gelombang radio, ada yang menggunakan cahaya dengan sensor optik. Trigger populer yang berada di kategori ini misalnya berjenis PT-04 dimana biasa digunakan untuk menghubungkan kamera ke lampu studio ataupun ke flash external. Trigger ini memiliki total 4 channel agar tidak saling mengganggu apabila ada beberapa trigger yang digunakan di waktu yang bersamaan. Sedangkan untuk trigger menggunakan cahaya, digunakan sensor mata kucing yang biasanya terdapat di flash external dan lampu studio.  Untuk menyalakan flash external dengan trigger optik ini, digunakan flash utama yang diletakkan di kamera utama atau ditrigger menggunakan radio trigger.

Trigger mata kucing modern memiliki 2 mode, biasanya dilabeli s1 dan s2. Perbedaan mode ini adalah, jika menggunakan flash utama yang diset mode manual, digunakan mode s1, sedangkan pada mode s2 digunakan jika flash utama menggunakan teknologi TTL dimana terjadi 2x flash ( flash pertama adalah pre-flash untuk mengukur kekuatan flash yang dibutuhkan pada flash utama kedua). Jika salah dalam melakukan setting mode s1/s2 ini, seringkali flash yang di trigger tidak ikut menyala atau harus beberapa kali jepret baru flash ikut menyala

Pada trigger ini, fitur TTL pada flash tidak bisa digunakan karena data TTL yang dikirimkan kamera tidak akan sampai ke flash, menyebabkan flash yang fitur TTLnya aktif selalu menembak dengan kekuatan penuh. Gunakan mode manual, dan pengaturan kekuatan flash manual

2. Smart Trigger

Speedlite_Tranmitter_ST-E2_Default_tcm14-935605Tidak seperti trigger yang tidak terlalu pintar yang sudah dibahas sebelumnya. Trigger pintar ini menggunakan komunikasi 2 arah dimana antar flash yang terhubung dapat saling bertukar informasi.  Informasi TTL, group flash, jarak, kekuatan flash dan kompensasi bisa diatur dari kamera ataupun flash utama yang terhubung ke sistem ini. Sama seperti trigger sebelumnya, sistem ini ada yang menggunakan gelombang radio, dan ada juga yang menggunakan sensor cahaya. Untuk smart trigger biasanya memiliki harga lebih mahal karena memiliki fasilitas yang jauh lebih banyak.

camera-flash-458049_1280-700x465

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat 2 jenis media yang digunakan untuk transmisi data dari transmitter (pengirim) ke reciever (penerima), yaitu cahaya (optik) dan gelombang radio. Keunggulan trigger menggunakan cahaya adalah biaya yang murah, bahkan bisa gratis jika flash external atau lampu studio yang digunakan sudah memiliki sensor mata-kucing ini. sedangkan kekurangannya, antar satu flash dan flash yang lain harus dapat saling melihat (tidak terhalang), dan penggunaan sistem ini siang hari di luar ruangan hampir tidak mungkin karena kalah dengan cahaya matahari yang ada. Untuk radio trigger, walaupun biaya awal lebih mahal, namun sistem ini lebih nyaman digunakan karena bisa digunakan dengan jarak yang lebih jauh antar flashnya, dan flash bisa diletakkan di tempat-tempat yang lebih tersembunyi

 

1 thought on “Berbagai cara menggunakan flash external tidak dipasang ke kamera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *