Hectic Travelling, Salah tanggal pesawat? Hampir ga bisa pulang? Okelah…

Desember 4, 2017 3 By Parmadi

Berbeda dengan liburan yang biasanya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari sebelumnya, dengan persiapan matang mulai dari hotel, transportasi, konsumsi, hingga hal-hal kecil seperti barang bawaan dan pakaian, seringkali pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang mengharuskan segala sesuatu terjadi dengan cepat dan serba mendadak, dengan segala macam kesulitan dan masalah yang harus segera di atasi. Ya, bekerja di bidang multimedia seringkali mengharuskan saya berada jauh dari rumah, dan selalu berharap bahwa setiap lokasi yang dituju dapat menjadi rumah kedua yang nyaman dan menyenangkan bagi saya. Memang benar, setelah sampai lokasi apalagi saat sudah bisa duduk manis beristirahat di kamar hotel yang nyaman rasanya indah sekali, akan tetapi untuk menuju ke sana, memiliki tantangan yang berbeda.

Salah Tanggal?!?!

“Par, tadi pak bos udah oke, kamu berangkat lusa ya. abang pesankan tiket pesawatnya. Pake traveloka aja biar gampang, kamu kirim foto KTP ke WA abang”. Begitulah pembicaraan singkat dari Bang Wawan, seorang sahabat dari Rokan Hulu, sebuah kabupaten di provinsi Riau, Sumatera. Masih teringat jelas waktu itu, sore hari pada sabtu tanggal 22 Juli 2017. Keesokan harinya, berhubung hari minggu, saya habiskan waktu untuk bermain bersama iio sambil mempersiapkan peralatan dan barang bawaan yang akan dibawa terbang ke sumatera keesokan harinya. Seperti biasa entah kebiasaan atau apa, malam harinya selalu tidak bisa tidur.. sekitar jam 11 malam, daripada bengong ga jelas, mending web check ini. memanfaatkan fasilitas canggih yang disediakan maskapai penerbangan biar nanti di bandara ga usah antri-antri lagi, toh saya biasanya kalo pergi sendiri ga pernah bawa bagasi. Cukup 2 tas, satu untuk pakaian, satunya peralatan kerja saja.

klik… klik…

loh kok ga bisa?

hmmm, disini tulisannya Web Check-in dibuka mulai 48 jam hingga 2 jam 30 menit sebelum waktu keberangkatan.. Saya berangkatnya besok pagi, jam 11 siang, berarti harusnya udah bisa web check in donk?

*lirik lagi kiriman screenshot booking elektronik dari aplikasi Traveloka

*Jam berdenting menandakan sudah pukul 12 tengah malam

*Tiba-tiba… DHUARRR!!! Kaget se-kaget kagetnya.. lihat tanggal di bookingnya kok tanggal 31 Juli, kelewat satu minggu dari tanggal yang seharusnya, 24 Juli, siang nanti jam 11.

*Panik….

*Tarik nafas dalam-dalam

*Masih panik…

Setelah panik agak reda, langsung coba telfon bang Wawan.. 2x.. 3x… belom diangkat.. pasrah aja deh… Sampai tiba-tiba, jam setengah 1 pagi, Bang Wawan telfon balik. Dengan suara mengantuk dia cuma nanya “Tadi telpon par?”. Terbesit ingin mulut ini menjawab dengan kata-kata semacam “Engga kok, mungkin abang mimpi”, disertai dengan tertawa kecil dipaksakan yang bunyinya hanya terdiri dari 2 kata.. He.. He.. He, dan diakhiri dengan senyum nyengir tanpa arti. Tapi kondisinya lain, saat itu sedang genting, saya harus sudah sampai Pekanbaru sore ini!

Seperti kejatuhan tangga, begitu dijelaskan pokok permasalahannya, suara bang wawan yang tadinya sudah agak samar-samar seperti kurang sinyal tiba-tiba langsung terdengar jelas. Jelas, panik juga. Saat itu kami berdua langsung mendiskusikan pilihan-pilihan yang bisa di ambil. Salah satu yang cukup jelas, adalah merelakan tiket yang tanggal 31 hangus, dan pesan lagi tiket untuk berangkat siang ini.

Tiba-tiba teringat, pesan tiketnya kan pake Traveloka, disitu ada Easy Reschedule untuk merubah jadwal penerbangan. Ide cukup gila sih, mengingat menggeser penerbangan yang tadinya minggu depan, jadi siang ini, mana sekarang tengah malam emang bisa? Okelah, worth to try, toh ga ada hal lain yang bisa dilakukan tengah malam ini.

Entah harus bilang apa lagi.. Ini sih bukan Eazy Reschedule. Kalo saya boleh kasih nama, bakal saya kasih nama Crazy Reschedule! Liat aja, jam 2 subuh, reschedule, ga nyampe setengah jam tau-tau sudah di proses dan sudah langsung keluar kode booking yang baru! Memang sih, kena biaya reschedule, tapi ga banyak dibandingkan dengan harus beli tiket baru dan merelakan tiket yang salah tanggal. Amazing!

Hampir ga bisa pulang..

Cerita yang satu ini terjadi lebih lama daripada salah tanggal di atas, tepatnya pada bulan Mei 2016. Waktu itu tepatnya tanggal 28 Mei 2016, saya ada pemotretan untuk beberapa hotel di kota Pontianak. Seperti biasa, pesan tiket menggunakan aplikasi android Traveloka yang selalu jadi andalan. Karena pemotretan hotel biasanya waktu selesainya ga tentu, jadi saya hanya memesan tiket berangkat saja, untuk pulang tar gampang tinggal pesan lagi di jalan, pikir saya kala itu. pembelian tiket pesawat dadakan seperti ini sering saya lakukan mengingat durasi pekerjaan yang tidak tentu, jadi daripada tiket hangus karena pekerjaan belum selesai, mending tar aja beli tiketnya. Biar lebih murah, waktu itu saya beli tiket pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, terbang langsung menuju bandara Supadio, Pontianak dengan pesawat yang paling pagi. Berangkat subuh dengan moda transportasi Bus menuju bandara, lalu boarding seperti biasa, dan tau-tau ga kerasa saya sudah mendarat di Pontianak.

Kala itu tidak terasa sudah selesai 4 hotel yang difoto, dan waktu menunjukkan baru pukul 15.00 WIB sore hari. Saatnya menimbang-nimbang, mau langsung pulang, atau besok saja stay satu malam di pontianak sambil explore cari materi untuk blog dan vlog. Tanpa di duga, istri telp mengabarkan si kecil buah hati demam dan nanyain papinya terus. Waduh, berarti langsung harus pulang nih.

Di hotel keempat, sambil menikmati jamuan kopi dan cemilan dari sang pemilik hotel yang baik hati, sambil saya buka aplikasi android Traveloka di handphone untuk memesan tiket pesawat. Dan ternyata penerbangan untuk hari itu sampai 2 hari kedepan sudah full booked untuk direct flight dari Pontianak ke Jakarta ataupun ke Bandung. Mengingat saat itu weekend, tentu hal ini biasa terjadi, tetapi mengingat kondisi anak sedang sakit di rumah, menjadi motivasi untuk bisa pulang saat itu juga.

Bermodal nekat, saya pergi ke bandara diantar oleh salah seorang rekan pemilik hotel tersebut, sambil di jalan tidak henti-henti merefresh halaman jadwal berharap ada yang cancel tiketnya atau secara ajaib tiba-tiba kursi di pesawat nambah satu. Gerbang bandara sudah terlihat, saya bingung ketika driver bertanya flight jam berapa, karena memang belum punya tiket. Saya cuma jawab “Tar agak maleman bang..”. Melewati gerbang bandara, menuju parkiran, tiba-tiba muncul 1 seat kosong untuk penerbangan Pontianak-Jakarta yang tentu langsung saya ambil. “Rejeki iioo, papihnya bisa pulang malam ini nemenin” pikir saya. Langsung pesan tiket, dan bayar dengan metoda pembayaran online yang tersedia. Saat itu saya pilih menggunakan kartu kredit, walaupun banyak disediakan juga metoda pembayaran lain yang juga mudah digunakan tanpa harus mengantri atau transfer manual.

Bepergian memang lebih tenang dengan itenary dan persiapan yang dilakukan dari jauh hari sebelumnya. Tetapi terkadang kondisi di lapangan berkata lain, dan saya selalu mempercayakan Traveloka untuk menangani kebutuhan tiket pesawat dan hotel karena memang, dari cerita di atas, jadi bisa benar-benar dapat di andalkan :D