Kepo Nih!

Karena Kepo Yang Mendidik Itu Baik !

Melacak sendiri pesawat di udara dengan USB Tuner melalui ADSB

Hobi saya pada dunia elektronik memperkenalkan saya kepada beberapa teknologi yang memungkinkan saya untuk mengetahui secara persis, pesawat yang sedang terbang di udara itu jenis apa, kecepatannya berapa, ketinggiannya berapa, dan sebagainya. Dengan modal kurang dari 300 ribu rupiah saja 😎

Segala sesuatu yang memiliki mesin, atau menggunakan listrik, sudah menjadi hal-hal yang saya senangi sejak kecil, khususnya pesawat terbang. Dulu ketika masa kecil, senang sekali rasanya melihat pesawat melintas di langit di atas kepala, sambil mendengarkan suara derunya yang khas. Kini waktu berlalu, seiring bertambah umur, seiring saya jadi penasaran.. Itu pesawat yang lewat mau kemana ya? ga lama ditambah dengan pertanyaan yang semakin spesifik, seperti jenisnya, berapa ketinggiannya, berapa kecepatannya, dan sebagainya.

Hobi saya pada dunia elektronik memperkenalkan saya kepada beberapa teknologi yang memungkinkan saya untuk mengetahui secara persis, pesawat yang sedang terbang di udara itu jenis apa, kecepatannya berapa, ketinggiannya berapa, dan sebagainya. Sebelumnya mari kita pahami dulu, bahwa pesawat selalu berbicara pada interval tertentu dengan pesan yang berisi informasi-informasi tersebut. Tentu saja melalui gelombang radio yang tidak dapat kita dengar (agak serem juga sih kalo pesawat pake speaker kyk yang di mobil jualan tahu bulat). Gelombang pancaran dari pesawat ini disebut ADS-B. dan saya berhasil menangkap sinyal ini dengan modal kurang dari 300 ribu rupiah saja

ADS-B, Automatic Dependent Surveillance – Broadcast


ADS-B ini merupakan sebuah sistem pengawasan yang bekerja secara otomatis, menggunakan pemancar di pesawat terbang yang secara rutin mengirimkan informasi identitas, posisi, kecepatan dan info lain. ADS-B bekerja pada frekuensi 1.090 Mhz, dan berupa sinyal digital dengan paket data yang berukuran kecil dikirimkan berulang-ulang, untuk dapat diterima dan di lacak oleh stasiun penerima yang ada di permukaan bumi.

ADS-B pada pesawat mendapatkan informasi yang akan dikirim seperti jenis pesawat, nama / callsign, kecepatan, posisi dan lainnya dari komputer pesawat dengan bantuan GPS serta peralatan navigasi pesawat. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa perlu perhatian khusus dari pilot.

Seiring perkembangannya, ADS-B ini saat ini menjadi suplemen dan elemen tambahan untuk radar, khususnya di area-area yang belum terjangkau oleh radar, serta ADS-B juga diterima oleh pesawat terbang sehingga meningkatkan faktor keselamatan dengan memberikan pilot informasi lebih akurat terhadap kondisi traffic udara di sekelilingnya. Bukan tidak mungkin, tekonologi ADS-B ini mungkin suatu saat nanti akan menggantikan radar seluruhnya, dan salah satu faktor yang utama adalah biaya, karena untuk membangun stasiun penerima ADS-B membutuhkan biaya jauh lebih murah dibanding stasiun radar, hingga sepuluh kali lipat lebih murah baik untuk perawatan maupun infrastrukturnya.

Bagaimana kita menangkap sinyal ADS-B?

Seperti gelombang radio pada umumnya, menangkap suatu siaran radio dibutuhkan 2 hal. Penerima radio dan Antenna. Pada kesempatan ini, saya menggunakan RTL-SDR. Yaitu sebuah TV Tuner USB yang sudah dimodifikasi sehingga dapat menangkap gelombang radio pada range tertentu, serta sebuah antenna yang terbuat dari kawat bekas. Lalu untuk memproses sinyal yang di dapat, digunakan komputer, yang terhubung ke monitor untuk menampilkan data pesawat serta lokasi pesawat di peta secara langsung.

RTL-SDR

RTL-SDR adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk menangkap gelombang Radio dengan menggunakan USB Tuner dan komputer. RTL adalah singkatan untuk Realtek, merek dari sebuah chip yang digunakan untuk keperluan ini, sedangkan SDR adalah “Software Defined Radio” , yaitu sebuah sistem komunikasi radio dimana komponen-komponen yang biasanya terpasang berupa perangkat keras (Seperti mixer, filter, penguat sinyal, modulator, dll) digantikan oleh software dengan memanfaatkan kekuatan prosessor komputer atau sistem sejenis.

USB TV Tuner untuk RTLSDR, bisa ditemukan online dengan harga kurang lebih 200 rb. Kabel putih yang melingkar berfungsi untuk mengurangi tingkat noise dari kabel USB

Modul RTL-SDR ini dapat didapat melalui TV-Tuner USB tipe tetentu yang menggunakan chip RTL-2382U yang dipasangkan dengan chip tuner E4000, R820T ataupun R820T2. Saya sendiri merasa paling cocok menggunakan tuner R820T2 karena sensitifitas yang paling baik dan noisefloor yang paling rendah

Tampak komponen isinya. USB yang ini berbeda dengan yang gambar di atas, yang ini adalah versi lama masih menggunakan E4000 sebagai tuner, sedangkan yang biru di atas sudah menggunakan R8202T yang lebih baru. Sayangnya usb yang ini sudah rusak karena salah proses penyolderan

Antenna

Lalu langkah selanjutnya adalah antenna. Sebenarnya dengan antenna bawaan tv tuner usb ini sudah bisa menangkap sinyal ADS-B, bahkan dengan hanya seutas kawat pun bisa, akan tetapi tentu penerimaannya tidak akan bagus. Untuk menangkap sinyal ADS-B ini, antenna harus diletakkan di tempat yang tidak terhalang dan dapat langsung melihat langit. Untuk percobaan ini saya menggunakan antenna “FRANKLIN CO-LINEAR ANTENNA” dengan konstruksi sebagai berikut:

lalu setelah jadi dipasang di atas atap menemani 2 antenna yang sudah duluan disana, yaitu Grid 5,8Ghz untuk akses internet, dan Yagi VHF untuk HT dan scanner

Setelah antenna dan dongle usb siap, lalu dihubungkan dengan kabel (saya menggunakan kabel antenna TV, tapi lebih baik dengan kabel yang biasa dipergunakan untuk basestation rig) kita gunakan program RTL1090 untuk mendapat sinyal, dan adsbScope untuk memetakan sinyal tersebut ke peta

Jangkauan kurang lebih 150km ke selatan dan timur, sedangkan ke utara dan barat terhalang gunung sehingga sinyal tidak sampai. Klik gambarnya kalo kurang gede

Sebagai bonus, karena RTL-SDR bisa di tune ke frekuensi dengan range dari sekitar 45 – 17000 Mhz, saya coba tune ke frekuensi bandara terdekat, Husein Sastranegara dan mendapat 2 frekuensi cukup menarik (Antena yang digunakan pindah ke Yagi VHF karena antenna untuk ADS-B tidak cocok dengan frekuensi VHF)

Automatic terminal information service (ATIS) Bandara Husein Sastranegara, dimana pada frekuensi ini, informasi kondisi bandara dan cuaca disebarkan

Komunikasi antara pilot dan Air Traffic Controller (ATC / Pengendali lalu lintas udara)

Oke sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat

%d blogger menyukai ini: