Kepo Nih!

Karena Kepo Yang Mendidik Itu Baik !

Menyelamatkan kamera Canon 60D dari ERR 70 dengan bantuan Magic Lantern

“Pertamakali saya memperbaiki kamera tanpa menyentuh obeng sama sekali”

Tepatnya tanggal 22 Desember 2012 lalu, kamera kesayangan yang slalu setia menemani untuk bekerja mengalami error parah yang menyebabkan kamera tidak mau dipergunakan sama sekali.

Kisah ini berawal ketika staff membawa kamera dari satu wedding di daerah buah batu ke wedding berikutnya di daerah setiabudhi. Hujan deras tentu tak menghalangi tekad staff kami dari http://fotoweddingbandung.com untuk menerobos hujan demi mengejar momment indah dalam sebuah pernikahan :D Kamera tersebut dibawa ke dalam tas yang cukup tebal. Setelah sampai lokasi, begitu kamera dinyalakan ternyata LCD belakang tidak mau menyala, dan LCD atas menggila (semua tulisan dan gambar logo tampak). Setelah diteliti lebih lanjut, kamera tidak basah, tapi kondisi di dalam tas cukup lembab. waduh, konslet di dalam nih, pikir saya..

Keesokan harinya, kamerapun saya jemur di depan studio. ketika dinyalakan, lcd yang menggila dan tidak memberikan keterangan apa2 sedikit memberikan pencerahan! Muncul tulisan ERR 70 di LCD atas, dengan LCD belakang bertuliskan


“error 70 code “shooting not possible due to an error. turn camera off and on again or re-install the battery”

hmm, apa pula ini :| err 99 dan err 05 sih udah sering dihadapi, tapi err 70? what?

bongkar-bongkar user manual, hanya berisi keterangan: “Err 70 An image related malfunction has been detected.”

 

Makin pusing :| :| :|

 

mencoba prosedur pencarian kesalahan standar, boot kamera dengan dan tanpa memory card, ganti pake baterai lain, ganti lensa lain, colok kabel USB ke komputer, satupun ga ada yang dapat menyelesaikan masalahnya, tetap kamera nyangkut di layar ERR 70

tiba-tiba, dapet ide lain! Dulu kamera ini pernah diinstal Magic Lantern ( http://www.magiclantern.fm )

Magic Lantern adalah sejenis modifikasi pada kamera yang berfungsi menambahkan fitur yang tidak ada pada bawaan kamera seperti trap focus, iso yang lebih tinggi, rail focus, pengaturan audio dan video lanjutan, intervalometer ,extreme slow speed, dan sebagainya. Magic lantern bekerja dengan memodifikasi proses booting/penyalaan kamera sehingga ketika kamera dinyalakan, kamera akan membuka file modifikasi yang disimpan di memory card lalu menjalankannya berdampingan dengan firmware bawaan dari canon

Lalu dengan segala keputusasaaan (karena garansi sudah habis jadi kalo bawa ke service centre bayarnya pasti mahal), dan modal nekad.. dimasukkanlah memory card yang sudah dipersenjatai dengan “Magic Lantern”

Tadaaaa!!! ternyata masih muncul juga tuh ERR 70 :|

eh, tapi tunggu dulu! ternyata beberapa detik setelah muncul ERR 70, LCD belakang menampilkan bahwa magic lantern berjalan, tapi terhenti karena error, dan untungnya magic lantern menyimpan LOG file! ya, LOG file!! YES!!

Log File adalah file yang berisi catatan apa saja yang dilakukan oleh kamera sejak dinyalakan hingga berhenti karena error

Isi salah satu LOG File

err70log

Hmmm, sayapun lalu berteori:

  1. Kalo kamera bisa menampilkan pesan ERROR, berarti ada bagian dari sistem kamera yang masih berfungsi, khususnya bagian yang menangani error (istilah kerennya Error Handler / Assert Handler)
  2. Kalo kamera masih mau load Magic Lantern sebelum pesan ERR 70 keluar, berarti kamera masih mau BOOT/Load dari memory card
  3. Kalo kamera masih bisa boot dari memory card, berarti seharusnya kita bisa memaksa kamera menulis ke memory internalnya dengan menggunakan perintah yang diselipkan di memory external melalui Magic Lantern

Kita mulai bagian yang menarik, bukan hanya sekedar memperbaiki kamera yang rusak, tapi kini menjadi “Bagaimana cara meng-Hack kamera agar dia mau menimpa sistem aslinya yang error dengan sistem baru melalui perintah yang diselipkan di memory external”

Sebelum lanjut cerita, dijelaskan sedikit mengenai bagaimana kamera booting dan penyimpanan setting dalam kamera

Dalam Kondisi normal

Switch power dinyalakan –> kamera melakukan booting dari memory internal kamera (ROM) –> kamera membaca setting dari memori internal kamera (NVRAM) –> kamera siap dipakai

Dalam kondisi magic lantern diinstal:

Switch power dinyalakan –> kamera mengecek apakah terdapat memory card yang berisi magic lantern –> jika iya, kamera mengaplikasikan magic lantern –> kamera lanjut melakukan booting dari memory internal kamera (ROM) –> kamera membaca setting dari memori internal kamera (NVRAM) –> kamera siap dipakai

Beda ROM dengan NVRAM

Loh? bedanya ROM dengan NVRAM itu apa ya kok sama2 memori internal kamera?

ROM pada kamera berisi firmware, atau istilahnya sistem yang berfungsi untuk menjalankan fungsi kamera sama seperti windows pada komputer

NVRAM (Non-Volatile random-access memory) adalah memory yang bertugas menyimpan settingan kamera yang dimasukkan sang fotografer, seperti settingan ISO, SPEED, Aperture, Image Quality, Picture Style, dll.

Ok lanjut!

Diketahui bahwa kamera berhenti bekerja (Menampilkan ERR 70 ketika kamera membaca setting dari NVRAM (karena magic lantern sukses booting). berarti ada sesuatu yang salah di dalam NVRAM yang harus kita timpa/hapus untuk kamera dapat bekerja kembali

Untuk mencari bantuan dari yang lebih expert, sayapun membuka thread di forum magic lantern http://www.magiclantern.fm/forum/index.php?topic=4105.0

Ternyata disana main developernya bernama Alex dengan berbaik hati membantu proses panjang dan rumit ini!

Berikut step yang kami lakukan untuk memecahkan masalah ini:

Bagian1, Troubleshooting Standar

  1. Melakukan urutan troubleshooting standar seperti menyalakan kamera dengan dan tanpa memory card, baterai yang berbeda, menggunakan semua mode yang ada di dial kamera, mencoba lensa lain
  2. Belum ada perubahan, mencoba magic lentern untuk mendapatkan file LOG
  3. Alex dengan sangat baik hati memberikan beberapa versi dari file yang dibutuhkan untuk melakukan tugas spesifik. file ini disebut autoexec
  4. autoexec pertama digunakan untuk menyimpan file LOG sehingga dapat ditelusuri posisi ketika kamera crash
  5. autoexec kedua digunakan untuk menimpa setting kualitas gambar pada NVRAM, ternyata masih err 70
  6. autoexec ketiga digunakan untuk membackup ROM kamera, untuk menjaga apabila terjadi kerusakan yang lebih parah masih ada kemungkinan ROMnya bisa disuntikkan kembali ke dalam kamera

Tahap yang menyenangkan! Kita hack kameranya!!

  1. Di bagian ini, kami melakukan apa yang Alex sebut sebagai prosedur yang berbahaya, karena kemungkinannya hanya 2. Kamera sembuh, atau kamera makin parah 
  2. autoexec ke empat dipersiapkan untuk membypass/melewati assert handler. sehingga error yang terjadi akan diabaikan dan kamera dipaksa melakukan booting sampai selesai
  3. WOW! kamera berhasil booting sampai menu! walaupun di LCD banyak text2 tidak jelas yang muncul, akhirnya berhasil masuk menu, lalu pilih clear all camera settings untuk mengosongkan NVRAM
  4. mencoba booting lagi tanpa memory card.. Nice, kamera bisa nyala
  5. muncul masalah baru, setting speed, iso, dan aperture tidak mau dirubah, sedangkan setting lain lancar
  6. mencoba clear custom function dari menu canon
  7. dan akhirnya, kamera berhasil diselamatkan! dapat digunakan lancar baik dengan memory card biasa ataupun memory card yang terinstall Magic Lantern!

IMG_9887

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para developer, contributor dan supporter dari project Magic Lantern, khususnya kepada Alex yang telah dengan sangat baik hati membimbing dalam proses perbaikan kamera ini. Juga terimakasih untuk Yasinta Astuti karna dengan senyumnya selalu memberi semangat untuk tidak menyerah mencari cara agar kamera ini dapat digunakan kembali :)

 

Cheers!

 

Note: cara di atas dimungkinkan karena dulu ketika kamera sehat saya pernah menginstall Magic Lantern. Bagi kamera yang sudah terlanjur error di NVRAMnya dan belum ada patch dari Magic Lantern, kemungkinan cara di atas tidak dapat dilakukan karena kamera perlu diaktifkan bootflagnya melalui menu update firmware yang hanya bisa diakses dari kamera yang sehat

 

%d blogger menyukai ini: