Selama ini kita sering sekali dimanjakan oleh fitur autofocus pada kamera, tanpa mengetahui secara rinci cara kerjanya. Artikel pendek ini akan menjelaskan secara ringkas bagaimana sistem autofocus pada kamera bekerja dan membantu kita menghasilkan foto yang tajam.

AutoFocus

AutoFocus (atau biasa disingkat AF) adalah sebuah modul yang terdiri dari sensor, sistem kontrol, dan motor elektrik yang berfungsi melakukan focusing pada area tertentu pada gambar. Sistem autofocus bergantung pada satu atau lebih sensor untuk menentukan fokus yang tepat.  Hasil dari sistem AutoFocus ini akan digunakan oleh kamera untuk mengatur motor mekanik yang dapat merubah fokus optik pada lensa.

Jenis Sistem AutoFocus

Pada kamera, terdapat 2 jenis sistem Autofocus:


  1. Active Autofocus
  2. Passive Autofocus
Active Autofocus

Sistem Autofocus Active mengukur jarak kamera ke objek secara terpisah dari sistem optik lensa, dan menggunakan perhitungan ini untuk mengatur jarak fokus lensa. Sistem ini menggunakan media terpisah dari lensa, diantaranya dengan cahaya inframerah atau pantulan gelombang ultrasonik.

Active1

Sistem autofocus ini banyak digunakan pada kamera pocket, dimana ketika kamera melakukan focusing, kamera akan memancarkan gelombang ultrasonik atau sinyal inframerah, lalu gelombang tersebut akan sampai ke objek yang ingin di focuskan lalu dipantulkan oleh objek kembali ke kamera. kamera lalu menghitung jarak objek berdasarkan lama pantulan yang terjadi. Sistem ini serupa dengan sistem SONAR atau RADAR pada pesawat dan kapal selam.

hirataultrasonicfig1

 

Passive AutoFocus

Sistem Autofocus pasif mendeteksi fokus yang tepat dengan menganalisa gambar yang masuk melalui sistem optik atau lensa. Sistem ini tidak menggunakan energi yang dipancarkan dari kamera seperti sistem aktif. Passive Autofocus terdiri dari 2 sistem, yaitu Phase Detection (deteksi beda fasa) dan Contras Measurement (deteksi Kontras)

Sistem deteksi fasa dicapai dengan membagi cahaya yang masuk menjadi dua lalu membandingkannya dengan sensor SIR TTL (secondary image registration, through the lens). Sistem ini secara umum dipakai di kamera SLR Film dan Digital. Sistem ini menggunakan pembagi cahaya yang membawa cahaya turun ke 2 sensor yang terletak di bagian bawah kamera.  2 sensor tersebut akan membandingkan intensitas cahaya dan mencari pola cahaya yang tepat, sehingga ketika 2 sensor tadi sudah sama maka fokus akan tercapai.

Deteksi kontras bekerja dengan membandingkan area gambar yang kontras dalam sensor melalui lensa. Perbedaan intensitas antara 2 piksel yang berdekatan akan semakin bertambag secara natural seiring semakin fokusnya gambar. Sistem ini mencari perbedaan kontras terbesar antara 2 piksel yang berdekatan tersebut. Sistem ini hanya bergantung pada gambar pada sensor dan tidak mengukur jarak sama sekali dan secara umum lebih lambat daripada sistem autofocus lain, khususnya ketika dioperasikan pada kondisi kurang cahaya. Kamera digital SLR yang sedang dioperasikan dengan mode “Live-View”. secara umum menggunakan sistem ini untuk melakukan focusing.

Tinggalkan Balasan