Salah satu masalah yang sering dihadapi pengguna motor adalah di bagian kelistrikan, mulai dari aki tidak mau mengisi, lampu utama redup, hingga kasus yang cukup merepotkan seperti motor sering putus dan mesin motor sering brebet atau tidak mulus dijalankan.

Masalah kelistrikan ini biasanya muncul dari tegangan sistem kelistrikan motor yang tidak stabil atau bahkan tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya. Hal ini dapat mempengaruhi banyak hal mulai dari ketidaknyamanan dalam penggunaan kendaraan, kerusakan lebih cepat dari komponen-komponen motor, hingga menyebabkan motor menjadi tidak dapat digunakan.

Sebenarnya sistem kelistrikan motor dapat diuraikan dengan cukup sederhana melalui beberapa komponen penting di dalamnya. Dalam sistem kelistrikan motor terdapat pembangkit daya listrik, penyimpanan listrik, rectifier, regulator, sistem pengapian, serta aksesoris yang menggunakan arus listrik.


Pembangkit Energi Listrik

Pembangkitan energi listrik pada motor berlangsung pada komponen yang dikenal dengan nama spull. Spull ini adalah generator listrik yang memanfaatkan putaran mesin untuk menggerakan magnet yang menghasilkan medan magnet yang kemudian ditangkap melalui kumparan kawat yang disebut koil yang akan menghasilkan arus.

Spull atau dalam bahasa teknis dikenal dengan istilah “Stator” merupakan komponen yang berfungsi menangkap medan elektromagnet yang dihasilkan oleh magnet yang berputar
Kiri: Rotor yang berisi magnet yang disusun sedemikian rupa. Saat mesin menyala, bagian rotor ini akan berputar sehingga magnet menghasilkan medan magnet yang akan ditangkap stator yang kemudian akan menghasilkan arus listrik

Pada motor modern, biasanya gulungan kawat pada spool memiliki pasangan tertentu, jadi bukan satu gulungan besar yang memiliki output satu jalur. Pada motor yang pengapiannya menggunakan arus bolak balik (AC), terdapat set gulungan yang bertugas menyediakan arus listrik untuk pengapian, lalu ada juga set yang bertugas menyediakan listrik untuk lampu, pengisian aki serta komponen pendukung lainnya.

Besarnya arus listrik yang dapat dihasilkan oleh spool ini bergantung pada ukuran spool, jumlah lilitan, dan kecepatan putaran mesin (RPM Mesin). Oleh karena itu seringkali kita dapat melihat pada kebanyakan motor, saat motor idle lampu utama akan terlihat redup dan berkedip, sedangkan begitu kita naikkan kecepatan mesin, lampu akan menyala dengan terang dan tidak berkedip.

Perata, Pengatur Tegangan dan Penyearah

Arus listrik yang dihasilkan oleh Spool berjenis arus bolak balik (AC), hal ini disebabkan penggunaan koil yang statis tanpa menggunakan komutator. Selain itu, kuat arus dan tegangan yang dihasilkan sangat bergantung pada kecepatan putaran mesin motor, dimana tentu saat digunakan kadang putaran mesin pelan, kadang cepat yang akan menghasilkan tegangan listrik yang naik turun.

Untuk dapat dimanfaatkan, tegangan dan arus yang tidak stabil ini perlu di regulasi (di atur voltasenya) serta dirubah menjadi arus searah (DC). Komponen yang bertugas melakukan tugas ini dikenal dengan nama Kiprok, atau dalam bahasa teknisnya Rectifier Regulator.

Sesuai nama teknisnya, Kiprok memiliki 2 bagian yaitu sisi Rectifier dan sisi Regulator.

Rectifier merupakan sisi elektronik yang bertugas merubah arus listrik bolak balik (AC) menjadi listrik searah (DC). Rectifier ini terdiri dari 4 buah dioda yang disusun sehingga hanya mengijinkan arus listrik satu arah untuk dapat mengalir.

4 dioda yang dihubungkan dengan cara seperti ini dikenal dengan istilah Diode Bridge. Karena merubah arus AC pada siklus gelombang positif dan negatif menjadi arus satu arah, maka lebih spesifik disebut “Full Bridge Rectifier”

Regulator adalah sisi elektronik yang bertugas menjaga tegangan yang mengalir berada pada batas tertentu. Seperti yang kita ketahui kebanyakan komponen elektronik pada motor seperti lampu-lampu, klakson, dan aksesoris tambahan membutuhkan tegangan listrik sebesar 12volt DC. Regulator akan menjaga output tegangan listrik yang mengalir di 12V terlepas tegangan yang masuk dari rectifier jauh lebih tinggi dari itu.

Komponen kiprok ini adalah salah satu komponen yang menghasilakan panas yang cukup tinggi, sehingga biasanya komponen ini terpasang dalam bentuk sudah memiliki heatsink di atasnya, dan disambung dengan baut ke rangka motor yang dapat membantu dalam pendinginan komponen ini.

Komponen ini pulalah yang biasanya bertanggungjawab jika lampu motor sering sekali terbakar. Pengecekan komponen kiprok ini cukup mudah dilakukan dengan bantuan multimeter, melalui mengecek voltase keluaran pada berbagai RPM motor dan dalam kondisi diberi beban (lampu, klakson, dll) ataupun bebas.

Output dari kiprok ini juga selain menuju ke jalur kelistrikan umum paa kendaraan seperti menuju ke lampu, klakson dan aksesoris lain, juga terdapat jalur yang bertugas mengisi aki.

Pengapian

Pengapian merupakan sistem yang memanfaatkan arus listrik menjadi percikan api untuk membakar bahan bakar yang masuk ke motor dengan bantuan busi. Sistem perapian memang ada beberapa jenis dan berbeda-beda dengan komponen yang cukup bervariasi, tetapi salah satu yang paling umum digunakan adalah proses pengapian berbasis CDI.

CDI adalah singkatan dari Capacitor Discharge Ignition, dimana sesuai namanya memanfaatkan energi listrik yang disimpan dalam kapasitor untuk menghasilkan loncatan arus listrik pada busi. CDI ini memanfaatkan karakteristik dari kapasitor yang digunakan untuk menyimpan energi listrik hingga mencapai tingkat energi dan tegangan yang tinggi lalu melepaskannya sekaligus melewati ignition coil yang akan meningkatkan secara dramatis voltase dari arus tersebut lalu menghasilkan spark yang terjadi di busi.

CDI yang digunakan ada yang bertipe AC ada pula yang bertipe DC dan masing-masing sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang mungkin akan kita bahas pada artikel berikutnya.

Ignition coil

Ignition Coil pada kendaraan bermotor berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik dari CDI menuju Busi. Ignition Coil bekerja dengan prinsip seperti transformator step-up, dimana didalam ignition coil terdiri atas 2 gulungan kawat yang memiliki perbedaan jumlah putaran. Dari perbedaan jumlah putaran inilah terjadi perubahan tegangan listrik menjadi tegangan listrik yang sangat tinggi hingga dapat menghasilkan percikan di busi.

 

Busi

Busi merupakan salah satu komponen pasif yang terdapat dalam sistem pengapian kendaraan bermotor. Fungsi utama busi adalah untuk mengalirkan listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh Igniton Coil dari sistem pengapian ke “Spark Gap” yang berada di ujung busi. Spark gap ini secara sederhana adalah 2 buah konduktor yang diletakkan berdekatan dan dialiri arus listrik tegangan tinggi sehingga terjadi loncata arus listrik yang menghasilkan spark atau petir kecil yang tentu memiliki suhu sangat tinggi sehingga dapat menyalakan bensin pada ruang bakar. Spark Gap ini dapat diatur jaraknya sehingga berefek ke besar-kecilnya loncatan arus listrik yang dihasilkan, dan biasanya disesuaikan dengan standar kelistrikan motor atau mobil tiap pabrikan.

Fungsi utama lainnya dari busi adalah menjaga ruang bakar agar tetap tertutup rapat sehingga tidak ada gas dan udara yang masuk atau keluar dari ruang bakar dari lubang busi. Apalagi jika sedang terjadi proses pembakaran, tekanan dan temperatur yang terjadi dalam ruang bakar tentu akan sangat tinggi dan jika hanya menggunakan kabel biasa pastilah kabel tersebut cepat hangus terbakar.

Seperti sudah disebutkan di atas, busi haruslah memiliki daya tahan terhadap suhu dan tekanan sangat tinggi pada saat dioperasikan di dalam ruang bakar sebuah kendaraan bermotor sehingga bagian  busi dibuat dari bahan yang tahan panas, sedangkan bagian core atau tengah dari busi dibuat dari bahan konduktor yang dapat melewatkan arus listrik dengan baik.

Fuse

Fuse atau sikring pada sistem kelistrikan kendaraan bermotor merupakan kompoenen keamanan dan keselamatan yang sangat penting dalam mencegah terjadinya konsleting berkepanjangan di sistem kelistrikan. Fuse biasanya terpasang dekat dengan komponen-komponen utama kelistrikan seperti pada jalur pengisian aki, jalur menuju ECU pada mobil, dan berbagai komponen lain. Fungsi utama fuse atau sekring ini adalah untuk dengan segera memutuskan arus listrik jika terjadi hubungan singkat alias konslet atau jika terjadi kelebihan beban listrik.

Pada fuse terdapat angka yang menunjukkan rating dimana fuse tersebut dioperasikan. Sangat tidak disarankan menggunakan fuse dengan rating yang lebih tinggi dari seharusnya karena jika terjadi masalah pada jalur kelistrikan dapat menyebabkan komponen-komponen elektonik yang seharusnya dilindungi oleh fuse menjadi rusak. Tidak disarankan juga menggunakan fuse dengan rating yang lebih kecil dari seharusnya karena dalam penggunaan komponen tersebut, fuse dapat sering putus apalagi jika komponen tersebut memerlukan inrush current yang besar.

Aki

Aki yang memiliki nama teknis Lead Acid Battery merupakan komponen yang berfungsi menyimpan tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangit listrik yang telah dibahas sebelumnya. Pada era modern ini banyak kendaraan menggunakan aki bertipe SLA (Sealed-Lead-Acid) dimana perbedaan utama dengan aki biasa adalah bentuknya yang tertutup sehingga aki tipe SLA ini sering kali disebut sebagai aki “Maintenance Free”.

Pada kendaraan yang memiliki sitem pengapian arus searah (DC), kondisi aki yang baik itu penting karena aki ini adalah salah satu sumber listrik untuk pengapian yang akan masuk melalui CDI.

Biasanya aki yang sudah jelek ditandai dari sulitnya mesin melakukan start, serta jika dilakukan penekanan tombol starter, hanya beberapa kali tekan aki sudah tidak mau memutar motor starter.

Motor Starter

Motor starter pada kendaraan bermotor merupakan salah satu komponen yang paling memakan arus listrik, tetapi hanya sebentar dengan durasi biasanya beberapa detik dengan tugas memulai proses siklus bakar mesin. Motor Starter ini pada kebanyakan motor merupakan komponen yang jika rusak tidak terlalu mempengaruhi operasional motor, karena kebanyakan motor dapat dinyalakan dengan “Kick Starter”, atau pada motor-motor non matic bisa dilakukan dengan masuk gigi saat motor berjalan.

 

Aksesoris

Sebenarnya masih banyak komponen-komponen kelistrikan lain dalam kendaraan bermotor, seperti lampu-lampu dan klakson yang mungkin dapat dibahas lebih detail pada artikel-artikel berikutnya.

Untuk saat ini artikel ini akan saya tutup dengan ucapan terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah meluangkan waktunya mampir dan membaca artikel di keponih.com ini.

Terimakasih dan semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan