Akhir-akhir ini sering diberitakan mewabahnya demam berdarah dengue, penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, penyakit yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian.

Kali ini keponih mencoba mencari informasi lebih detail mengenai penyakit demam berdarah dengue ini langsung dari dokter spesialis anak, dr. Vaya Desitania, Sp.A dari RSU Hermina Arcamanik Bandung untuk mendapatkan informasi jelas dan terpercaya langsung dari pakarnya.

Menurut dr Vaya, demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue. Penyakit ini memiliki gejala berupa diawali demam tinggi mendadak yang berlangsung 2 hingga 7 hari yang seringkali bersifat bifasik (Pada hari pertama – ketiga demam tinggi, lalu hari keempat turun, tetapi pada hari ke 7 naik lagi).

Penyakit demam berdarah dengue memiliki penyebaran melalui inang berupa nyamuk yang dikenal dengan nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue ini menular melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.

Penyakit demam berdarah dengue menyerang dewasa dan anak-anak, tetapi karena anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang tidak sekuat orang dewasa, penyakit demam berdarah ini lebih mudah menyerang. Anak-anak khususnya balita dan bayi memiliki resiko terkena penyakit demam berdarah ini lebih tinggi.

Untuk memastikan seseorang terkena penyakit demam berdarah, perlu dilakukan pemeriksaan berupa cek darah. Hal ini perlu dilakukan karena banyaknya kemiripan gejala penyakit ini dengan beberapa penyakit lain, sehingga perlu dilakukan cek darah untuk memastikan bahwa betul penyakit yang diderita merupakan demam berdarah.

Dari sisi perawatan seorang yang positif terkena demam berdarah, walaupun bisa dilakukan di rumah tetapi sangat disarankan dilakukan observasi di rumah sakit agar dapat dilakukan pemantauan yang lebih ketat mengingat tipe demam yang bifasik yang menghasilkan suhu tubuh yang naik turun. Pada masa bifasik ini justru merupakan saat-saat kritis karena rendahnya kandungan trombosit dalam darah.

Banyak beredar mitos bahwa ibu menyusui dapat menularkan penyakit demam berdarah ke anaknya melalui asi, padahal hal ini tidaklah benar. Penyebaran penyakit virus demam berdarah ditularkan melalui nyamuk, sehingga lebih perlu memerhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal, khususnya memperhatikan area-area dimana nyamuk Aedes Aegypti senang bersarang seperti area yang lembab, area dengan genangan air, tumpukan sampah, dan kondisi lingkungan yang tidak bersih serta basah.

Penyakit demam berdarah ini memiliki gejala awal yang mirip dengan gejala flu, seperti demam, lemah, meriang, pegal-pegal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang dengan melakukan tes darah.

Demam berdarah sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus dapat disembuhkan oleh sistem daya tahan tubuh. Oleh karena itu penderita demam berdarah dapat dibantu dengan mengatasi gejala-gejala yang muncul seperti dengan asupan nutrisi yang baik, menjaga pasien agar tidak kekurangan cairan, pemberian penurun panas ketika terjadi demam, dan pemberian nutrisi serta vitamin sesuai yang dibutuhkan.

Pencegahan penyakit demam berdarah dimulai dari diri sendiri, dimulai dari aksi 3M yaitu Menguras bak mandi, Menutup penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari genangan-genangan air karena nyamuk Aedes Aegypti senang bertelur di genangan air.

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

  Subscribe  
Notify of