Keponih.com – BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu hal yang perlu atau bahkan diwajibkan untuk dimiliki oleh setiap pekerja di Indonesia. Bagi anda yang saat ini berstatus sebagai pegawai atau tengah bekerja untuk sebuah perusahaan, mungkin anda sudah menyadarinya bahwa setiap bulan, gaji anda dipotong beberapa persen oleh perusahaan yang digunakan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan untuk mengikutsertakan karyawannya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun begitu, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya wajib dimiliki oleh para pekerja kantoran saja, melainkan juga yang berprofesi sebagai wirausaha atau yang memiliki bisnis sendiri.

Pernah tidak sih anda berpikir, mengapa BPJS Ketenagakerjaan itu penting? Alasannya adalah karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki program-program perlindungan dasar yang akan menjamin kehidupan anda di masa yang akan datang, termasuk perlindungan dari hal-hal yang belum pasti, seperti kondisi ekonomi dan risiko sosial lainnya.


Kita semua tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin hari ini kita memiliki karir yang cukup cemerlang dengan kondisi keuangan yang stabil, namun 20 tahun lagi belum tentu kita masih mengalami nasib yang sama. Dikarenakan hal itulah, BPJS Ketenagakerjaan sangatlah penting untuk dijadikan sebagai salah satu aset paling berharga.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat awam mengenai BPJS Ketenagakerjaan beserta cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri. Semoga bermanfaat!

Program BPJS Ketenagakerjaan

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

 Sesuai dengan namanya, JHT ialah program BPJS yang akan menjamin hari tua anda dikemudian hari. Ketika anda masih berstatus sebagai pegawai di sebuah perusahaan, perusahaan tersebut akan menanggung sekiranya sebesar 3,7 persen dari total iuran yang ada. Pada nantinya, seluruh iuran yang telah terkumpul dapat anda cairkan ketika anda telah memasuki masa pensiun, yakni 55 tahun.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK akan memberikan kompensasi ataupun rehabilitas (bila dibutuhkan) bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, mulai dari berangkat kerja hingga kembali lagi ke rumah. Iuran JKK ini akan dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan dengan nilai 0,24 persen hingga mencapai 1,74 persen yang disesuaikan dengan kelompok usaha.

  • Jaminan Kematian (JK)

Jaminan kematian akan diberikan ketika seseorang yang masih berstatus sebagai pegawai sebuah perusahaan mengalami kematian, namun bukan disebabkan oleh aktivitas kerja.  Pada nantinya, jaminan kematian ini akan diberikan kepada ahli waris dari pegawai yang meninggal dengan jumlah mencapai 21 juta, yang terdiri dari santunan kematian sebesar 14 juta, biaya pemakaman sebesar 2 juta, dan santunan berkala.

  • Bukan Penerima Upah

Jika sebelumnya merupakan program yang diperuntukan bagi para pegawai yang menerima upah dari sebuah perusahaan, maka ini merupakan program yang diperuntukan untuk sektor non formal seperti pedagang, petani, dan wirausaha atau orang-orang yang memiliki bisnis sendiri. Iurannya itu sendiri ditanggung oleh setiap individu secara mandiri dan ditetapkan berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK).

  • Sektor Jasa Konstruksi

Dikarenakan merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko cukup tinggi, maka pekerja konstruksi pun berhak untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan, dan hal ini juga berlaku untuk semua tipe pekerja, mulai dari pekerja lepas, tenaga borongan, hingga tenaga kerja kontrak. Jaminan sosialnya itu sendiri merupakan program gabungan dari JKK dan JK dengan jumlah iuran sebesar 0,24 persen dari total proyek.

Setelah mengetahui program-program dari BPJS Ketenagakerjaan, sekarang anda pasti sudah tahu bahwa memiliki BPJS Ketenagakerjaan bisa sama saja dengan berinvestasi, khususnya di masa yang akan datang. Nah, meskipun bagi para pegawai kantoran BPJS Ketenagakerjaan sudah didaftari oleh setiap perusahaan, bukannya tidak mungkin anda juga bisa mengetahui dana yang  terdapat di dalam BPJS Ketenagakerjaan anda lho.

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Terdapat 3 cara yang bisa dilakukan untuk mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan anda, yaitu:

  • SMS
  • Layanan Website
  • Aplikasi Ponsel Pintar

Apakah anda ingin mengetahui bagaimana cara melakukan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di ketiga cara yang telah disebutkan diatas? Yuk baca informasi lengkapnya di https://www.cekaja.com/info/cek-saldo-bpjs-kini-lebih-cepat/

Tinggalkan Balasan