Keponih.com Anak-anak kalau terkena luka gores pasti hebohnya. Entah akibat jatuh dari sepeda, terkena benda tajam, atau tak sengaja dilukai teman saat bermain. Biasanya tidak akan berhenti menangis sampai lukanya diobati dan ditutup dengan plester luka. Nah, mengobati luka gores pada anak butuh kesabaran ekstra juga. Bagaimana cara mengobati luka gores pada anak? Yuk simak tips berikut :

1. Bersihkan dan Keringkan Luka
Biasanya anak-anak tidak suka ketika luka di tubuhnya dibersihkan terlebih dahulu karena terasa perih. Namun tahapan ini sangat penting sebelum menempelkan plester luka. Sebab bakteri rentan sekali menyebabkan infeksi jika luka tidak segera dibersihkan terlebih dahulu. Setelah dibersihkan keringkan bekas luka dengan kain atau tissue bersih.

2. Gunakan Antiseptik untuk Membunuh Kuman
Membersihkan luka tidak cukup dengan air mengalir saja. Menggunakan cairan antiseptik seperti antiseptik berbahan polyhexanide (polyhexamethylene biguanide/PHMB) lebih disarankan. Cairan antiseptik ini lebih ampuh membunuh kuman dan mensterilkan luka. Selain itu ternyata antiseptik berbahan polyhexanide ternyata juga lebih melembabkan kulit. Tidak menghambat proses penyembuhan luka dan tidak menimbulkan perih. Bekas luka pun lebih aman ditutup dengan plester luka.


3. Pakai Plester Luka Bermotif Karakter Favorit Anak
Bentuk plester biasa yang berwarna cokelat kulit kadang tidak disukai anak. Bahkan bentuk dan warnanya saja malah makin merasa sakit. Ternyata menggunakan plester luka bermotif unik-unik seperti karakter kartun favorit bisa juga menenangkan anak. Bentuknya yang lucu dan pasti disukai anak akan membantu mengalihkan rasa sakit yang diderita akibat lukanya. Tak jarang anak-anak malah memamerkan bekas luka yang sudah ditutupi plester bermotif karakter favoritnya.
Berbagai merk produk plester luka sekarang juga membuat dengan motif yang unik seperti bentuk bintang atau hati. Warna yang dibuat pun semenarik mungkin supaya anak nyaman memakainya.

4. Rajin Mengganti Plester Luka
Plester luka haruslah rajin diganti. Apalagi buat anak-anak yang pastinya hiperaktif. Luka gores yang sudah ditutupi plester tentu tidak akan menghambat anak-anak untuk beraktivitas. Bisa jadi bekas lukanya bersentuhan dengan benda asing seperti tanah, atau terkena debu dan air. Kalau sudah begini rentan sekali bakteri bersarang pada luka. Biasanya plester luka lebih bagus diganti setelah mandi. Pada saat plester luka basah sehabis mandi, daya rekatnya menjadi buruk sehingga musah untuk melepas plester tanpa harus membuat anak menangis karena kulit yang ikut tertarik saat membuka plester.

Jika proses pengobatan luka ditangani dokter, mengganti plester luka cukup 3 hari sekali karena biasanya lebih steril. Namun jika pengobatan dilakukan di rumah, lebih dari 3 hari sekali juga tidak apa-apa. Karena dikhawatirkan keadaan di rumah tidak sesteril di rumah sakit. Ketika mengganti plester luka jangan lupa juga untuk kembali membersihkan sekaligus mensterilkan bekas luka dengan cairan antiseptik yang aman. Jika bekas luka dirasa sudah mengering, tidak perlu lagi menempel plester. Perlu membawa persediaan plester dan cairan antiseptik jika sang anak beraktivitas di luar rumah sehingga lebih mudah untuk mengganti plester sewaktu-waktu.

Salah satu motif hansaplast favorit anak-anak

Hansaplast punya produk plester luka dengan karakter favorit anak-anak. Mulai dari karakter animasi Frozen, Star Wars, Disney Princess, sampai animasi The Lion King. Karakter favorit yang lucu-lucu ini dibuat khusus untuk anak-anak. Desainnya variatif sehingga cocok baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Anak-anak akan lebih senang dengan plester bermotif seperti ini.

Bagaimana tips mengobati dengan plester luka ini? Semoga bermanfaat membantu mengobati luka anak dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan