Menjahit Kembali Merah Putih, Diskusi santai Ketua MPR RI Pak Zulkifli Hasan bersama Netizen Bandung

Desember 15, 2017 4 By Parmadi

Peranan pemerintah dalam mengelola kebijakan-kebijakan yang memiliki imbas langsung terhadap warganya tentu tak lepas dari pandangan-pandangan serta komunikasi yang terjadi di antara pemerintah dan rakyat. Kondisi pemerintahan yang semakin transparan dan dapat di jangkau oleh masyarakat menjadikan pemerintahan semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran. Kini, menyuarakan pendapat kepada pemerintah dapat lebih mudah dilakukan dengan semakin berkembangnya teknologi baik media sosial maupun media lainnya, serta semakin besar keinginan pemerintah untuk turut langsung berdiskusi dengan warganya.

Salah satu lembaga tinggi negara yang sering melakukan diskusi langsung dengan rakyatnya adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR-RI ). Melalui acara “Ngobrol Bareng MPR RI” yang berlangsung pada tanggal 11 Desember 2017 di Bandung, MPR RI memberikan kesempatan kepada para Netizen untuk dapat bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan Bapak Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR RI dan Bapak Ma’aruf Cahyono sebagai Sekjen MPR RI.

Diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan bincang santai dengan sesi pertanyaan dari Netizen yang hadir. Berbagai pertanyaan yang ditanyakan netizen memiliki topik yang cukup bervariasi, mulai dari kelangkaan gas 3 kg yang sedang terjadi belakangan ini, masalah pengelolaan sampah khususnya di Kota Bandung, masalah pajak royalti penulis yang sempat diviralkan oleh salah satu penulis senior Tere Liye, isu SARA yang terjadi, hingga strategi serta respon MPR terhadap kegaduhan-kegaduhan yang terjadi di tingkat legislatif.

Menurut Pak Zulkifli Hasan, Tugas MPR adalah salah satunya sebagai pengawal Konstitusi. Hal ini dikatikan dengan pertanyaan mengenai kelangkaan gas 3kg juga karena ketersediaan dan kemudahan mendapatkan gas adalah hak setiap warga negara, dimana pemenuhan hak warga negara adalah salah satu inti dari Konstitusi. MPR secara aktif melakukan komunikasi kepada pemerintah untuk dapat menyelenggarakan hak-hak warga.

Selain itu, pada kesempatan ini Pak Zulkifli Hasan mengajak segenap masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari solusi dalam penanggulangan masalah-masalah yang terjadi. Pada masalah pengelolaan sampah misalnya, Pak Zulkifli meminta masyarakat untuk bersama-sama tertib dalam membuang serta mengelola sampah dengan membuang sampah pada tempatnya, lebih sadar akan lingkungan, serta mendukung program-program pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Bandung.

Pak Zulkifli Hasan juga meminta masyarakat lebih cerdas dan hati-hati ketika memilih pemimpin, dan menghindari isu-isu SARA serta hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan. Pada kesempatan ini, Beliau memberikan contoh bahwa negara yang maju memiliki martabat tinggi merupakan cerminan perilaku dari masyarakatnya yang terhormat dan memiliki sikap serta perilaku yang baik pula. Beliau mengingatkan untuk menghadapi isu-isu negatif dengan tidak mengkedepankan emosi, tetapi lebih melakukan pendekatan rasional dengan menganalisa data dan fakta yang sebenarnya terjadi.

Pak Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa sebagai individu kita memiliki 3 identitas. Identitas suku dan latar belakangnya, Identitas Nasional, dan Identitas sebagai warga dunia.

Diharapkan dengan inisiatif MPR untuk terus dekat dengan rakyatnya dapat menjadi jembatan penghubung yang memberikan pengaruh positif baik bagi rakyat, bagi para wakil rakyat serta bagi pemerintah.