Liputan Belajar Food Photography bersama Dapur Hangus dan Dydie “The Kitchen Hero” di Hotel Grand Tjokro Premiere Bandung

Memiliki hobi tentu akan semakin menyenangkan jika hobi tersebut dapat menjadi sumber pemasukan tambahan. Hal inilah yang menjadi tema dalam acara sharing mengenai food photography yang bertema “From Hobby to Money”, yang diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro Premiere Bandung pada tanggal 10 Maret 2018 yang lalu.

Selain mengenai food photography yang dilakukan sharing oleh Ika Rahma, pemilik “Dapur Hangus”, pada acara spesial ini juga dihadirkan 2 pembicara lain yaitu Desy Budiyanti sebagai Class Manager 5758 Coffee Lab, dan Amelia Devita sebagai pemilik dari Denu Coklat.

Sharing materi Food Photography oleh Ika Rahma, Pemilik Dapur Hangus.

Selain dikenal sebagai food photographer, Dapur Hangus juga menyediakan berbagai macam props yang dapat melengkapi kegiatan memotret makanan. Kali ini Ika Rahma memberikan 3 tips penting dalam memotret makanan

  1. Lighting
  2. Understanding Food
  3. Pick the Right Props

Lighting atau pencahayaan memang sebuah hal utama dalam fotografi. Lighting atau cahaya ini memiliki beragam karakter penting seperti arah, kekuatan, bentuk, dan sebagainya. Menurut Ika Rahma, posisi terbaik peletakkan cahaya dalam pemotretan makanan adalah dengan sumber cahaya yang berasal dari samping, dengan tujuan memperkuat tekstur makanan yang akan difoto. Selain itu, dipertunjukkan juga penggunaan cahaya dari arah belakang (Back light) untuk memotret makanan untuk menampilkan karakter tertentu dari cahaya yang digunakan terhadap objek makanan yang difoto.

Penggunaan fill-in atau cahaya tambahan juga dapat dimanfaatkan dengan penggunaan reflektor untuk membantu menyeimbangkan cahaya yang datang sehingga menghasilkan foto yang berdimensi dan enak dilihat.

Understanding Food, atau mengerti objek yang kita foto sangat penting, karena setiap objek memiliki karakter dan waktu terbaik untuk difoto. Seperti misalnya Kastengel, lebih baik difoto satu hari setelah matang bukan saat masih panas keluar dari oven untuk menghasilkan tampilan crispy. Untuk kue favorit semua orang, brownies misalnya, akan lebih baik difoto setelah dingin dibandingkan ketika masih panas. Lalu diterangkan juga untuk makanan yang dimasak dengan teknik penggorengan atau deep-fried seperti samosa paling baik difoto sesaat setelah selesai digoreng dalam kondisi panas.

Pick the right props, atau gunakan props yang tepat. Fokus utama dalam foto kita adalah pada makanan, oleh karena itu kita menambahkan props yang mendukung tema makanan tersebut, seperti misalnya untuk makanan yang bertemakan anak-anak, dapat ditambahkan benda-benda yang biasa digunakan anak-anak juga seperti buku cerita bergambar, mainan, alat tulis dan sebagainya. Selain itu, diterangkan juga untuk menyusun props tersebut dalam konsep komposisi yang baik, seperti komposisi garis, pola, segitiga dan sebagainya mengikuti sudut dan komposisi terbaik makanan yang difoto. Yang terpenting adalah tetap menjaga makanan tersebut sebagai objek utama foto, dan menurut Ika Rahma, cara terbaik melakukan itu adalah tidak meletakkan makanan sebagai bintang utama dalam foto di bagian belakang foto.

Sesi sharing dilanjutkan oleh Desy dari 5758 Coffe Lab yang beralamat di Komp. Pondok Hijau Geger Kalong Bandung, yang ternyata menyediakan pelatihan dan pendidikan lengkap hingga sertifikasi mengenai kopi. Terdapat 30 kelas yang dapat diikuti sesuai dengan minat kita, mulai dari kelas seduh manual, uji citra rasa, pendidikan barista, dan lain sebagainya. Desy menambahkan bahwa satu biji kopi yang sama dapat memiliki cita rasa yang berbeda tergantung dari roasting dan tehnik penyeduhannya, sehingga memahami karakter kopi mulai dari biji, pemanggangan (Roasting), tingkat kehalusan penggilingan hingga tehnik penyeduhan itu penting dan menarik untuk dipelajari.

Sesi ketiga oleh Amelia Devita, adalah pemilik dari Denu Coklat. Pada sesi sharing terakhir pada acara ini, Amel, begitu Amelia Devita biasa dipanggil, menceritakan perjuangan dari awalnya sekedar penikmat coklat hingga akhirnya memiliki bisnis coklat yang hingga saat ini mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Amel juga menceritakan bagaimana ia memanfaatkan secara maksimal pemasaran online untuk memperluas jangakauan produk Denu Coklat. Amel juga memberikan tips untuk segera mengurus perijinan hingga mendaftarkan hak cipta usaha untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Sharing session ini diakhiri dengan sesi memotret berbagai menu makanan yang disediakan oleh hotel Grand Tjokro Premiere Bandung. Bagi yang belum berkesempatan mengikuti sharing session ini, masih ada kesempatan sharing session episode 3 yang akan diselenggarakan di Hotel Tjokro Style Yogyakarta, pada hari Minggu tanggal 8 April 2018 mendatang.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of