Bahan bakar pada berbagai jenis otomotif seperti mobil dan motor merupakan salah satu komponen penting dalam operasional suatu kendaraan, akan tetapi khusus untuk industri penerbangan, bahan bakar yang baik dan berkualitas dan terstandarisasi tentu merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut keselamatan dan keamanan penerbangan.

Tentu jika kita menggunakan bahan bakar yang kurang bagus pada mobil atau motor yang sehari-hari kita gunakan, hal terburuk yang mungkin dapat terjadi adalah kendaraan kita akan mogok karena kotornya bahan bakar yang digunakan hingga dapat merusak fuel-pump, mengotori bahkan menyumbat nozzle injektor kendaraan, yang berujung pada kondisi mogok. Hal tersebut tentu sangat pantang terjadi untuk pesawat terbang, karena jelas, pesawat terbang tidak dapat berhenti menepi di mana saja sesuai keinginan pilot.

Mobil Avtur (Jet-A1) milik Pertamina Aviation sedang melakukan proses pengisian bahan bakar pesawat. Sumber gambar: Website Pertamina

Jenis bahan bakar pesawat terbang

Secara umum, bahan bakar pesawat terbang terbagi atas 3 jenis, sesuai dengan peruntukkan jenis mesinnya, yaitu:


  • Mesin TurboProp
  • Mesin Jet
  • Mesin Piston

 

Avgas (Aviation Gasoline)

Avgas, yang merupakan singkatan dari Aviation Gasoline atau juga dikenal dengan istilah Bensol, merupakan bahan bakar penerbangan yang digunakan pada mesin pesawat dengan sistem internal combustion engine berbasis piston. Cara kerja mesin piston pada pesawat terbang ini sama dengan cara kerja mesin piston pada mobil dan motor bensin pada umumnya.

Avgas ini bisa dikatakan merupakan bahan bakar yang diolah dari gasoline (bensin) yang telah diproses sehingga memiliki beberapa karakteristik yang berbeda jika dibandingkan mogas (Motor Gasoline) alias bensin yang biasa kita gunakan pada kendaraan bermotor di darat seperti pertalite, atau bahkan pertamax.

Salah satu perbedaan utama dari Avgas ini dibandingkan dengan saudaranya Mogas adalah nilai oktan yang lebih tinggi. Secara umum biasanya digunakan Avgas dengan seri Avgas 100 atau Avgas 100LL yang bisa ditebak dari namanya, bahan bakar ini memiliki nilai oktan 100, sehingga cocok digunakan pada mesin yang menggunakan kompresi tinggi pada proses combustion-nya.

Kita ambil contoh produk Avgas dari PT Pertamina misalnya, Avgas 100LL. Mengutip dari MSDS (Material Safety Data Sheet) yang bisa didownload dari website aviation pertamina, produk Avgas ini merupakan produk bahan bakar pesawat terbang bermesin Internal Combustion Engine (piston) dengan karakteristik memiliki nilai Oktan 100. Lalu kode LL pada label Avgas 100LL itu merupakan singkatan dari “Low Lead” yang menandakan bahwa produk avgas pertamina ini lebih ramah lingkungan dengan kandungan aditif timbal yang dimiliki kurang dari 0.56 gram pada setiap liternya.

Penggunaan Avgas

Avgas umumnya digunakan pada mesin-mesin piston dengan kompresi yang tinggi, seperti mesin yang digunakan pada pesawat baling-baling yang menggunakan piston, helikopter ringan yang juga bermesin piston, bahkan ada juga yang menggunakan Avgas ini pada mobil dan motor balap yang memiliki kompresi tinggi.

Fakta singkat: Avgas alias bensol termasuk salah satu bahan bakar favorit para pembalap motor dan mobil, tetapi penggunaannya tetap harus berhati-hati karena bahan bakar ini memiliki kandungan timbal yang dapat mengotori mesin serta khusus untuk mesin mobil modern harian yang menggunakan Catalytic Converter dan sensor oksigen, penggunaan avgas ini malah dapat merusak

Karakteristik Avgas

Masih mengutip dari MSDS Avgas 100LL Pertamina, produk bahan bakar ini merupakan produk bahan bakar cair yang memiliki warna bening kebiruan dan dapat mudah terbakar. Avgas 100LL memiliki konsentrasi 99-100% napththa yang ditambahkan dengan Tetraethyl Lead hingga 0,125%. Avgas ini juga berbeda dari bensin biasa karena memiliki titik beku yang lebih rendah, dibawah -58°C karena memang diperuntukkan bagi pesawat terbang yang pastinya terpapar suhu dingin dari penerbangan di udara.

Avtur (Aviation Turbine Fuel) / Jet-A1

Seiring dengan berkembangnya industri pesawat terbang dari bermesin piston yang mengakar dari mesin Internal Combustion Engine berbasis piston yang biasa digunakan pada otomotif, bermunculan mesin pesawat dengan sistem pembakaran yang jauh berbeda yaitu dengan menggunakan turbin atau biasa kita kenal dengan istilah mesin jet.

Walaupun secara umum terdapat 2 jenis mesin jet, yaitu mesin jet dengan tipe propeller (Menggunakan baling-baling) serta mesin jet tipe Propulsion (Tanpa baling-baling seperti yang kita sering lihat pada pesawat terbang komersil seperti Boeing seri 7, ataupun Airbus seri A), secara prinsip pada inti mesinnya menggunakan teknik pembakaran yang sama dengan menggunakan turbin.

Fakta singkat: Jika Avgas memiliki karakteristik seperti bensin, Avtur ini memiliki karakteristik seperti Solar karena sama-sama merupakan produk turunan dari kerosine (minyak tanah). Konon katanya, dari beberapa sumber yang entah bisa dipercaya atau tidak, dahulu avtur sering digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk memasak.. entahlah..

Walaupun ada beberapa jenis Avtur, tapi kali ini kita hanya kan membahas Jet-A1 yang merupakan bahan bakar yang paling banyak digunakan untuk pesawat komersil seperti yang digunakan berbagai maskapai di Indonesia seperti Garuda Indonesia, Merpati, Citilink, Lion Air, Air Asia, dan sebagainya.

Karakteristik Jet-A1

Jet A1 memiliki titik beku dibawah -47°C yang merupakan hal penting karena ketika pesawat terbang sedang  menjelajah di udara pada ketinggian 30.000 hingga 40.000 kaki, pesawat terekspose pada suhu yang sangat dingin hingga -45°C. Karena jet A1 memiliki titik beku yang masih di bawah suhu tersebut, bahan bakar ini tidak akan membeku sehingga menjamin pasokan bahan bakar dari tangki bahan bakar pesawat menuju mesin dapat berjalan dengan lancar. Avtur ini memiliki warna yang bening transparan, sehingga cukup sulit dibedakan dengan air biasa tetapi tetap memiliki aroma yang khas bahan bakar.

Biaya

Kadang kita penasaran donk, pesawat terbang yang sebesar itu sekali isi bahan bakar habis berapa. Kita ambil contoh Airbus A320 yang banyak digunakan maskapai penerbangan di Indonesia. Airbus A320 memiliki tangki bahan bakar dengan kapasitas sekitar 25.000 Liter Jet-A1 yang jika diisi penuh dapat membawa pesawat hingga 3.000 Nautical Miles atau sekitar 5.500 kilometer.

Harga dari avtur ini berubah-rubah mengikuti trend harga minyak bumi dan lokasi pembelian, serta dari manufaktur bahan bakar tersebut. Sebagai contoh perbandingan, harga Avtur Jet-A1 yang diproduksi oleh PT Pertamina dijual dengan harga sekitar 8000 rupiah per liter di Bandara Soekarno Hatta, sedangkan jika kita beli Avtur Jet-A1 di Singapore, Shell menjual bahan bakar tersebut di Changi Airport dengan harga sekitar 10.000 rupiah per liter. Jadi jika ingin mengisi full-tank pesawat Airbus A320, dibutuhkan biaya sekitar 202 juta rupiah jika kita isi membeli dari Pertamina di Bandara Soekarno Hatta, dan biaya sekitar 269 juta rupiah jika membeli dari Shell di Changi Airport.

Kalangan penerbang biasanya menggunakan satuan jam dan berat bahan bakar dalam ton untuk mengkalkulasi kebutuhan bahan bakar. Contoh misal pada pesawat Boeing 777 yang memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 145 ton atau sekitar 180.000 liter, pesawat Boeing 777 ini rata-rata mengkonsumsi Jet-A1 sebanyak 110 liter per menit, atau sekitar 6.600 liter per jam .

Jika dikalkulasikan misal untuk penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam dengan jarak sekitar 11.000 km yang memakan waktu penerbangan lebih dari 14 jam, berarti pesawat membawa bahan bakar sebanyak minimal 92.500 liter belum termasuk konsumsi ketika parkir dan navigasi di bandara.

Maka, jika dihitung dalam rupiah, untuk sekali jalan dari Jakarta ke Amsterdam, dibutuhkan biaya bahan bakar sekitar 740 juta rupiah jika membeli dari Pertamina di Bandara Soekarno Hatta, atau sekitar 925 Juta Rupiah jika membeli dari Shell di Changi airport.

(Disclaimer: perhitungan di atas bukan merupakan perhitungan akurat dan merupakan ilustrasi berdasarkan harga bahan bakar published rate yang di dapat dari website resmi pertamina aviation, shell aviation, serta kurs yang berlaku pada saat tulisan ini diterbitkan disertai dengan pembulatan seenaknya agar angkanya lebih mudah dicerna).

6 Komentar

  1. saya pribadi sih lebih menyukai otomotif di bidang roda dua,tpi pas baca” artikel ini saya ada ketertarikan untuk bisa lebih mengetahui tentang pesawat. ya walaupun ga segampang di roda dua
    info yang saya dpt dri artikel ini yaitu tentang harga bahan bakar pesawat dan yaa…. harganya sangat fantastis

  2. artikel nya membantu untuk mengetahui tentang bahan bakar untuk pesawat trs jdi tau jenis pesawat, dan sekarang tau knpa naik pesawat itu mahal krna untuk bahan bakarnya aja udh segitu belum pesawat yang ada snck atau makan nya aduhh tpi keren sihh

  3. Bagus banget artikel nya jelas, dan mudah di mengerti, saya jadi tau apa itu avgas dan avtur, peruntukan nya seperti apa, kualitas nya bagaimana, bahkan biaya nya juga. Yang saya salut yaitu bahwa produk avgas pertamina lebih ramah lingkungan, kandungan aditif timbal nya juga kurang dari 0.56 gram pada tiap liternya, apalagi dengan konsentrasi nya yang sampai 99-100%, pokonya mantap lah…. Nice info. Terimakasih

  4. wih beneer nih keren banget infonya, tidak banyak Artikel yang membahas hal seperti ini. Sangat mengedukasi terutama bagi saya yang gak tau menau masalah hal ginian, mungkin karena kurang nya media yang mempublish atau kadang tidak lengkap Artikel nya, but this one’s is literally good
    keep it sharing ya keponih !

  5. wahhh ternyata begini ya tentang bahan bakar pesawat, terimakasih informasinya saya jadi lebih tau tentang bahan bakar pesawat mulai dari jenis-jenisnya bahkan sampe ke harganya

  6. menurut saya ini artikelnya bagus ya cukup membantu apalagi untuk saya yang awalnya tidak mengerti sama sekali tentang ini. Dan bisa untuk menambah pengetahuan juga mengenai bahan bakar pesawat dan jadi tau juga beberapa jenis pesawat yg ada. thanks sangat berguna sekali artikelnya:)

Tinggalkan Balasan